Program Dai Daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) kembali menghadirkan kabar membanggakan. Program berskala nasional ini digelorakan sebagai upaya memperkuat dakwah di wilayah 3T melalui pendistribusian dai ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Gorontalo. Di daerah ini, sebanyak sepuluh dai resmi menerima surat penugasan untuk menjalankan misi pembinaan keagamaan di sejumlah wilayah terpencil yang masih membutuhkan penguatan layanan keagamaan.
Surat penugasan diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Kaswad Sartono. Pada kesempatan yang sama, Kepala Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, H. Asrul Lasapa, menegaskan bahwa para dai diharapkan hadir sebagai agen dakwah yang menyejukkan, menguatkan moderasi beragama, serta membantu pemerataan layanan keagamaan hingga ke wilayah terpencil.


Menariknya, dari sepuluh dai terpilih di Gorontalo, dua di antaranya berasal dari Jurusan Ilmu Hadis, yakni Nassar Said Subetan dan Muhammad Affandi. Keduanya berhasil menembus seleksi nasional dan dipercaya mengemban amanah dakwah pada program yang pendistribusiannya dilakukan per wilayah di seluruh Indonesia.
Secara khusus, Nassar Said Subetan mencatatkan capaian yang tidak biasa. Ia kembali terpilih untuk kedua kalinya secara berturut-turut dalam program Dai 3T, termasuk penugasan penuh selama 30 hari pada Ramadan tahun ini. Rekam jejaknya menunjukkan konsistensi sekaligus ketangguhan kader muda dalam mengemban misi dakwah berbasis keilmuan.
Kehadiran dua kader tersebut menjadi penanda bahwa Jurusan Ilmu Hadis tidak hanya kuat di ruang akademik, tetapi juga produktif melahirkan dai yang siap terjun ke medan pengabdian masyarakat. Momentum ini sekaligus mengirim pesan optimis bagi generasi muda bahwa Ilmu Hadis bukan sekadar menjaga warisan Nabi Saw., tetapi juga membuka jalan pengabdian nyata hingga ke pelosok negeri.