Webinar Internasional ‘Digitizing Islamic Manuscript as Visual Object’ di IAIN Sultan Amai Gorontalo: Pelestarian Hadis Melalui Teknologi Digital

Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan studi hadis berbasis teknologi melalui penyelenggaraan webinar internasional bertema “Digitizing Islamic Manuscript as Visual Object” yang dilaksanakan di Aula Rektorat Kampus 1 pada 18 Agustus 2023.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan pendekatan baru dalam studi keislaman, khususnya hadis, melalui pemanfaatan teknologi digital. Webinar tersebut menghadirkan akademisi internasional, Ulrich Martin Plank, sebagai pembicara utama yang mengupas secara mendalam urgensi digitalisasi manuskrip Islam. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa manuskrip hadis bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga objek visual yang memiliki nilai akademis tinggi dan perlu dilestarikan serta diakses secara global melalui teknologi digital.

Suasana akademik semakin kuat dengan kehadiran Andries Kango, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, yang menyoroti pentingnya sinergi antara tradisi keilmuan klasik dan inovasi teknologi modern. Senada dengan itu, Muhammad Rifian Panigoro, M.A. selaku Ketua Jurusan Ilmu Hadis, menegaskan bahwa digitalisasi manuskrip hadis merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan kajian hadis di tengah perkembangan zaman yang semakin berbasis digital.

Dipandu oleh M. Azwar Hairul, M.Ag sebagai moderator dan Devista Ayu Silvana Saleh sebagai Master of Ceremony, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Diskusi yang terbangun tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga membuka perspektif baru tentang bagaimana manuskrip Islam dapat diposisikan sebagai objek visual yang hidup dalam dunia akademik modern.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, webinar ini menghadirkan berbagai keunggulan strategis bagi pengembangan Ilmu Hadis. Digitalisasi manuskrip memungkinkan akses yang lebih luas terhadap sumber-sumber primer hadis yang sebelumnya terbatas secara fisik, sehingga mempermudah proses penelitian, verifikasi, dan kajian sanad maupun matan. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga membuka peluang integrasi antara studi hadis dengan pendekatan visual dan digital humanities, yang menjadikan kajian hadis lebih relevan, inovatif, dan kompetitif di tingkat global.

Keunggulan lainnya terletak pada upaya pelestarian manuskrip hadis dari kerusakan fisik, sekaligus menjaga otentisitasnya melalui dokumentasi digital yang sistematis. Hal ini tidak hanya memperkuat fondasi keilmuan, tetapi juga memperluas jejaring akademik internasional bagi para peneliti hadis, sehingga Ilmu Hadis tidak lagi terbatas dalam ruang tradisional, melainkan berkembang sebagai disiplin ilmu yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan studi hadis yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman, sekaligus berkomitmen menjaga warisan intelektual Islam agar tetap relevan dan dapat diakses oleh generasi global.

Tinggalkan Balasan