Menghidupkan Tradisi Hafalan Hadis Mahasiswa Ilmu Hadis Ikuti Musabaqah Arbain di Baiturrahman Limboto

Tradisi menghafal hadis Nabi Saw. kembali hidup melalui Lomba Hafalan Hadis Arbain yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Masjid Agung Baiturrahman Limboto. Kegiatan ini menjadi ruang kompetisi sekaligus penguatan nilai keilmuan hadis, khususnya terhadap hadis-hadis Arbain karya Imam An-Nawawi yang telah lama menjadi rujukan utama dalam pembinaan akhlak dan pemahaman Islam.

Dalam ajang tersebut, mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Hadis turut mengikuti lomba sebagai bentuk komitmen akademik dalam menjaga dan menghidupkan khazanah hadis. Dua mahasiswa Ilmu Hadis, Nassar Said Subetan dan Arif Rahman Gawa, tercatat sebagai peserta yang mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan kesungguhan, ketelitian lafaz, serta adab ilmiah yang menjadi ciri khas tradisi keilmuan hadis.

Hasil lomba menempatkan Nassar Said Subetan sebagai peraih Juara III. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan kemampuan hafalan, tetapi juga keseriusan dalam merawat amanah keilmuan hadis secara bertanggung jawab. Lebih dari sekadar capaian lomba, Nassar Said Subetan dan Arif Rahman Gawa juga menerima ijazah sanad hadis Arbain Imam An-Nawawi, sebuah pengakuan penting yang menegaskan kesinambungan mata rantai periwayatan hadis dalam tradisi keilmuan Islam.

Keikutsertaan mahasiswa Ilmu Hadis dalam lomba ini menjadi penegasan bahwa hadis tidak berhenti sebagai teks, tetapi terus dijaga melalui hafalan, sanad, dan pengamalan. Diharapkan, kegiatan semacam ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam menjaga otoritas keilmuan hadis di tengah dinamika masyarakat modern.

         

Tinggalkan Balasan