Program Baca Tulis Hafal Al-Qur’an (BTHQ) yang diselenggarakan oleh Ma’had Santri Al-Jami’ah IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali digelar sebagai bagian dari pembinaan dasar keislaman mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan pada Juli 2025 ini melibatkan mahasiswa lintas jurusan sebagai tutor, yang bertugas mendampingi peserta dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sekaligus memenuhi persyaratan akademik yang ditetapkan oleh kampus.
Dalam pelaksanaan program tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis turut dipercaya untuk mengambil peran sebagai tutor. Mawar Sumaila dan Nassar Said Subetan, mahasiswa Ilmu Hadis semester IV, menjadi bagian dari tim pendamping yang mengajarkan bacaan Al-Qur’an secara bertahap, memperkenalkan dasar-dasar tajwid, serta membimbing latihan menulis huruf hijaiyah dengan pendekatan yang sabar dan terstruktur.

Proses pembelajaran dikemas secara variatif agar peserta tetap antusias dan tidak jenuh. Selain pendampingan teknis, tutor menerapkan berbagai strategi pembelajaran, seperti permainan edukatif, kuis singkat, dan praktik langsung belajar sambil bermain. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, sekaligus memperlihatkan kontribusi nyata mahasiswa Ilmu Hadis dalam mendukung keberhasilan program BTHQ dan penguatan literasi Al-Qur’an di lingkungan kampus.
Di balik rutinitas bimbingan yang berlangsung selama sebulan itu, tersimpan kerja sunyi yang sering luput dari sorotan. Kesediaan mahasiswa Ilmu Hadis untuk hadir, membimbing, dan membersamai proses belajar Al-Qur’an mencerminkan wajah lain dari keilmuan yang mereka tekuni, keilmuan yang tidak hanya dibaca dan dikaji, tetapi juga diamalkan melalui kesabaran, ketelatenan, dan tanggung jawab. Dari ruang-ruang belajar sederhana inilah, Ilmu Hadis menegaskan dirinya sebagai ilmu yang hidup, hadir, dan memberi makna nyata bagi sesama.
