Seminar Nasional “Ramadhan Zona Self Healing bagi Pemuda”, Dosen Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo Jadi Pemateri di MUI Provinsi Gorontalo

Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan dakwah berbasis keilmuan melalui kegiatan Seminar Nasional bertajuk “Ramadhan Zona Self Healing bagi Pemuda” yang dilaksanakan pada Rabu, 13 April 2022.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Jurusan Ilmu Hadis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, khususnya melalui Komisi Dakwah yang secara rutin menyelenggarakan kajian keagamaan bagi masyarakat. Seminar ini menghadirkan Ketua Jurusan Ilmu Hadis, Muhammad Rifian Panigoro, M.A., sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Muhammad Rifian Panigoro menekankan pentingnya menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum refleksi diri dan penyembuhan spiritual (self healing), khususnya bagi kalangan pemuda. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai dalam ajaran hadis dapat menjadi landasan dalam membangun ketenangan batin, memperbaiki akhlak, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ruang untuk memperbaiki diri, menenangkan jiwa, dan membangun kesadaran spiritual yang lebih mendalam, terutama bagi generasi muda,” ungkapnya.

Seminar ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pemuda, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Diskusi yang berlangsung secara interaktif memberikan ruang bagi peserta untuk menggali lebih dalam tentang konsep self healing dalam perspektif Islam, khususnya melalui pendekatan hadis.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya strategis Jurusan Ilmu Hadis dalam memperluas peran akademisi di tengah masyarakat melalui kolaborasi dengan lembaga keagamaan seperti MUI Provinsi Gorontalo. Selain itu, seminar ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter pemuda yang lebih kuat secara spiritual dan emosional.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara dunia akademik dan lembaga keagamaan diharapkan terus terjalin guna menghadirkan dakwah yang relevan, moderat, dan berbasis keilmuan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan