Eksistensi Tradisi Lokal Mutimualo Dipresentasikan dalam Forum Internasional oleh Akademisi Gorontalo

Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali menunjukkan kontribusinya di tingkat internasional melalui partisipasi dalam kegiatan ilmiah yang dilaksanakan pada 27–29 Agustus 2024 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Dalam forum tersebut, dosen Ilmu Hadis yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jurusan, Hikmawati Sultani, M.Hum., tampil sebagai presenter dengan mengangkat kajian tentang fenomena tradisi Mutimualo di masyarakat Kabupaten Gorontalo.

Dalam paparannya, Hikmawati menyoroti bagaimana tradisi Mutimualo sebagai bagian dari kearifan lokal memiliki dimensi sosial dan keagamaan yang kuat. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai praktik budaya semata, tetapi juga sebagai representasi nilai-nilai yang selaras dengan ajaran Islam, khususnya dalam aspek kebersamaan, solidaritas, dan etika sosial masyarakat.

Melalui pendekatan kajian Ilmu Hadis, tradisi Mutimualo dianalisis sebagai bagian dari realitas sosial yang dapat dikaji dalam perspektif keagamaan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki ruang untuk dibaca dan dipahami dalam kerangka hadis, sehingga mampu memperkaya khazanah studi hadis yang kontekstual dan aplikatif.

Partisipasi Hikmawati Sultani dalam forum internasional ini sekaligus mempertegas peran aktif Jurusan Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam mengangkat dan mengkaji tradisi lokal ke tingkat yang lebih luas. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kajian hadis tidak hanya berkembang dalam ranah teks, tetapi juga hidup dan berdialektika dengan budaya masyarakat.