Kabar membanggakan datang dari Jurusan Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Salah satu mahasiswanya, Ali Junandar Sumaga, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kabupaten Gorontalo yang diselenggarakan pada tanggal 6-9 April 2026.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Ali, tetapi juga mengharumkan nama Jurusan Ilmu Hadis serta Fakultas Ushuluddin dan Dakwah secara keseluruhan. Dalam kompetisi tersebut, Ali mampu menunjukkan kualitas intelektual dan kedalaman pemahaman terhadap Al-Qur’an melalui karya tulis ilmiah yang inovatif, sistematis, serta relevan dengan perkembangan zaman.
Karya tulis yang diangkatnya dinilai unggul oleh dewan juri karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan pendekatan ilmiah yang kritis dan solutif. Hal ini mencerminkan bahwa mahasiswa Ilmu Hadis tidak hanya memahami teks keagamaan secara normatif, tetapi juga mampu mengembangkannya dalam konteks akademik dan sosial.
Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari kerja keras, ketekunan, serta bimbingan para dosen di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Dukungan akademik yang kuat menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk mahasiswa yang berprestasi dan berdaya saing tinggi.
Ali mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan mengharumkan nama kampus. Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Ali Junandar Sumaga untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, baik di ajang provinsi maupun nasional. Selain itu, prestasi ini juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Ilmu Hadis mampu berkontribusi aktif dalam ajang kompetisi ilmiah berbasis keislaman.
Dengan prestasi ini, Jurusan Ilmu Hadis semakin menunjukkan eksistensinya sebagai wadah lahirnya generasi unggul yang tidak hanya religius, tetapi juga intelektual dan kompetitif di berbagai bidang.