Prodi Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo Perkuat Peran Global dan Pengabdian Masyarakat melalui Kerja Sama Internasional dengan Madrasah Darussolihin Malaysia

Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo terus menunjukkan eksistensinya di kancah internasional melalui penandatanganan kerja sama dengan Madrasah Darussolihin Barokatul Qodiri, Shah Alam, Selangor, Malaysia. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis kajian hadis.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Andries Kango, M.Ag., bersama pimpinan Madrasah Darussolihin, Syarifuddin Kamaruddin, serta melibatkan unsur pimpinan fakultas, ketua program studi, dan dosen, termasuk dari Prodi Ilmu Hadis.

Ketua Program Studi Ilmu Hadis, Muhammad Rifian Panigoro, S.Ud., M.Ag., menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penguatan akademik, tetapi juga pada implementasi keilmuan hadis dalam kehidupan masyarakat. Bersama para dosen Ilmu Hadis, ia turut merancang program kolaboratif yang mencakup pengembangan kurikulum, penelitian bersama, serta kegiatan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai hadis.

Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama ini diarahkan pada pelaksanaan kegiatan dakwah, pendampingan spiritual, serta pembinaan masyarakat, termasuk kelompok yang membutuhkan pendekatan keagamaan secara intensif. Program ini diharapkan mampu mengintegrasikan kajian hadis dengan kebutuhan riil masyarakat, baik di Indonesia maupun Malaysia.

Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pertukaran dosen dan tenaga pengajar, penyelenggaraan seminar internasional, serta pengembangan program pendidikan berbasis dakwah dan rehabilitasi sosial. Hal ini menjadi peluang strategis bagi mahasiswa dan dosen Prodi Ilmu Hadis untuk memperluas wawasan keilmuan dan pengalaman internasional.

Melalui kerja sama ini, Prodi Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan hadis yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kontribusi keilmuan hadis dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan sosial keagamaan di tingkat lokal maupun global.

Tinggalkan Balasan